Rabu, 30 Maret 2011

AYAM BATIK


Loe mungkin hanya tau klau ayam hanya untuk dimakan.. pa' lagi ayam bakar madu atau hidangan ayam lainya.Lain halnya, bagi mereka yang ingin tujuan khusus tentu ada ayam khusus juga. Ayam yang merdu suaranya, dikenal dengan ayam Pelung, Bekisar dll. Dan jenis ayam yang menarik perhatian, karena bulu-bulunya yang indah dan cantik untuk dipandang, jenis inipun ada pula yang khusus yang memang dipelihara karena keindahan bulunya.
Seperti halnya, "Ayam Batik Emas" atau nama lainnya Gold Sebricht Bantam. Unggas ini mempunyai postur tubuh yang kecil (kate-red), dan mempunyai warna perpaduan antara hitam serta kuning keemasan yang tersusun dengan rapi. Selain itu, ayam batik emas ini mempunyai rasa daging yang lezat, seperti halnya ayam kampung atau buras (bukan ras). Bahkan telurnya pun, besar-besar mirip telur ayam kampung.
Menurut Encep Hidayat, seorang peternak ayam batik emas yang dihubungi "MB" mengatakan, ayam batik emas ini memang sangat unik, dan bukan ayam asli Indonesia seperti halnya ayam hutan (Gallus gallus atau Gallus bangkiva), yang dikenal di Jabar dengan sebutan nama "cangehgar".
Konon kabarnya ayam emas ini, didatangkan dari Inggris, dan merupakan hasil perkawinan silang antara ayam galur Bantam, yaitu ayam Bantam biasa dengan ayam "Padua" (Gallus vatavinus) dari Inggris dan ayam Hamburger dari negeri kincir angin Belanda ( bukan roti hamburger lho..... ).
Permintaan Meningkat
"Ternyata perkawinan silang itu, menghasilkan ayam batik emas yang memiliki warna yang indah. Ras ayam ini sekarang sudah menjadi galur dominan dengan kecemerlangan warnanya yang menarik dan gemilang.
Karena warnanya yang unik, paduan warna kuning emas dan strip hitam, menyebabkan banyak orang yang tertarik untuk beternak ayam ini," ujarnya seraya menambahkan, peminat terhadap ayam yang satu ini, berdatangan dari berbagai daerah, dan cenderung terus mengalami peningkatan.
Sedangkan ciri khas dari ayam batik emas ini, bentuknya mungil mirip ayam kate yang banyak diternak di negara kita. Tetapi perbedaan yang mencolok, paling menonjol dari segi bulunya. Bila ayam kate warna bulunya beraneka warna, dan telur yang dihasilkannya kecil-kecil. Justru pada ayam emas ini kebalikannya.
Ayam batik emas, hanya memiliki dua macam warna bulu yaitu kuning keemasan dipadu oleh strip hitam pada ujung-ujung daun benderanya. Sementara telur yang dihasilkannya pun besar-besar.
Selain warna, ada ciri khas yang membedakan jantan dan betinanya. Adapun ciri khas bentuk yang dimiliki ayam batik emas ini adalah, pada jantan mempunyai tubuh pendek bulat dengan dada menonjol ke arah depan. Hampir mirip ayam Bangkok, ras ayam adu dari negeri "Gajah PutihÕ gitulah...........
Begitu juga bagian punggungnya, lebih pendek dari ayam biasa, dan mempunyai sayap yang panjang hampir menyentuh tanah. Bulu ekor meninggi, dan melengkung ke arah kepala. Sementara si betina, postur yang dimilikinya mirip si jantan, hanya pada bagian dadanya kurang menonjol serta bentuk ekornya lebih panjang dan menyempit.
Dalam memelihara ayam batik emas, tidak jauh berbeda dengan memelihara ayam buras. Tidak perlu adanya perawatan yang intensif. Pemberian vaksin, cukup hanya sekali saja selama hidupnya. Dari segi pakannya pun, tidak perlu diberi berlebihan karena ayam ini tidak rakus terhadap makanan. Mungkin ada kaitannya dengan bentuk temboloknya yang kecil.
Hal lain yang khas, si betina ayam batik emas ini mempunyai kelebihan dalam mengeluarkan telurnya. Pemberian pakan jenis "P2" (layer lanjutan) saja, ia akan terus menerus bertelurpersis ayam ras petelur. Juga pada jantan, kelebihannya mampu membuahi betina sebanyak sepuluh ekor. Padahal pada ayam ras biasa, toleransinya hanya 1 : 6.
Jadi bagi peternak ayam pemula, sebenarnya sangat cocok untuk beternak ayam batik emas ini, karena selain efisien dalam segi makanan, ayam ini bisa dilepas saja di halaman rumah sambil menikmati keindahan bulu-bulunya.
Untuk memperoleh bibit ayam batik emas, memang agak susah juga, karena sampai sejauh ini kurangnya sentra peternakan yang mengembangkan ternak ayam ini. Namun demikian, untuk ukuran peternak kecil-kecilan dengan kemampuan modal terbatas, bibit ayam bisa didapat di pasar-pasar burung dengan harga berkisar antara Rp 100.000,00 sampai dengan Rp 150.000,00 per pasang siap telur.
Beternak ayam batik emas, sangat menguntungkan sekali. Terbukti dari satu bibit yang dihasilkan, biasanya dalam waktu singkat rata-rata menghasilkan 10 s/d 15 ekor anak baru.
-A.WAWAN DJUHANSYAH/"MB"
 
TEKNIK BUDIDAYA AYAM "BATIK EMAS"
POLA budidaya ayam batik emas, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan budidaya ayam buras. Jadi teknik apakah yang akan dipakai bagi peternak, tergantung hasrat yang diinginkan, mau teknik ekstensif yaitu ayam dilepas bebas tanpa diberi kandang untuk istirahat dan tidur. Dan semi ekstensif atau intensif.
Semi intensif adalah, ayam tetap dilepas namun arealnya dibatasi hanya sekitar areal pekarangan rumah. Peralatan khusus yang disediakan, khususnya pada tehknik semi intensif yaitu kandang berperan penuh sebagai tempat hidup sepanjang hidupnya.
Jadi bila kita mempunyai lahan yang besar, serta menginginkan beternak ayam batik emas secara besar-besaran sebaiknya menggunakan sistem semi intensif. Dan ini berguna untuk menghindari faktor kelumpuhan, sambil kita bisa menikmati keindahan bulu-bulu yang ditampilkan ayam batik emas.
Khusus bagi peternak pemula, yang menginginkan beternak ayam batik emas ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain, bibit, kandang dan makanan. Dan satu hal yang terkadang sering dilupakan, yaitu kebersihan kandang. Kandang harus benar-benar kering dan bersih, karena ini sangat besar pengaruhnya terhadap kecemerlangan warna bulu.
Memilih Bibit
Dalam memilih bibit, sebaiknya dipilih yang benar-benar sudah siap bertelur dalam arti kita tidak usah lagi menjodohkannya lagi. Sedangkan dalam menyiapkan kandang, sebaiknya diperhatikan antara ukuran dan luas kandang yang disediakan serta jumlah induk ayam yang menempati.
Untuk ini, bentuk kandang "postal" sangat dianjurkan. Perbandingan kandang ideal adalah, setiap meter pesegi ditempati oleh 5-6 ekor ayam. Dan tinggi kandang, jangan kurang dari 60 cm. Ventilasi harus baik, sehingga memungkinkan sirkulasi udara dalam berjalan dengan baik.
Selain itu dalam penyediaan bibit, diusahakan satu banding sepuluh, karena sifat dari ayam batik emas ini memiliki kemampuan seksualnya yang tinggi. Secara alami si jantan  mampu membuahi betina, sebanyak sepuluh ekor.
Khusus dalam mempersiapkan perkandangannya, kalau anda mau mengembangkan ayam jenis ini secara serius. Kandang pengeraman, harus dipisahkan dengan kandang tempat peristirahatan ayam-ayam tersebut. Dan ini sangat berguna sekali, untuk menghindari telur-telur dari gangguan ayam-ayam yang lainnya.
Sementara dalam segi pakan, seperti halnya ayam ras sebaiknya menggunakan layer yang diselingi irisan sayuran-sayuran hijauan berupa daun kol, daun kangkung yang berguna untuk menjaga kesehatannya. Dan jangan lupa, selain diberi pakan yang cukup secara rutin juga tambahkan vitamin.-

*nah ni ayam batik mas....ayam unik kan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar